Xiaomi Redmi 1S


Ponsel satu ini kedatangannya ke Indonesia sempat membuat heboh. Memilih metode pemasaran dengan sistem Flash Sale alias penjualan dalam waktu terbatas di sebuah situs jualan online terkenal Redmi 1S ini membuat banyak orang termasuk saya penasaran bercampur kesal karena sulitnya untuk membeli ponsel ini. Hingga Flash Sale ke-5 yang digelar tiap hari Kamis barulah saya sukses mendapatkan sebuah Xiaomi Redmi 1S.
Setelah akhirnya memperoleh ponsel yang membuat heboh ini apa kesan-kesan saya?
Bentukan fisik luar sih cukup bagus. Dengan buatan yang cukup halus dan material yang berkesan cukup kokoh ponsel ini sama sekali tak berkesan murahan. Layarnya selebar 4.7″ cukup indah menampilkan warna-warni aneka foto.
Masuk ke menu kita disambut tampilan khas MIUI dengan warna-warna meriah. Menurut saya pribadi sih MIUI ini adalah salah satu daya tarik utama ponsel ini. Dengan menu dan tampilan yang menarik namun sederhana, aneka pengaturan yang mendetail membuat ponsel ini bukan sekedar sebuah perangkat android biasa. Namun tampilan yang indah ini tentu harus dibayar dengan tingginya penggunaan RAM dan prosesor ponsel ini. Saya sendiri beberapa kali mengalami ponsel Redmi 1S saya seperti berhenti mendadak dan tak dapat difungsikan selama beberapa saat. Mungkin memang spesifikasinya yang berotak quadcore, RAM 1 GB sepertinya kurang mencukupi untuk menunjang MIUI yang menuntut performa grafis prima.
Di aneka forum diskusi memang ada dibahas aneka cara untuk mengatasi masalah ini, antara lain dengan menginstal custom ROM yang lebih ringan. Tapi menurut saya orang membeli ponsel Xiaomi Redmi 1s untuk mendapatkan MIUI-nya, jadi tak ada guna membeli sebuah ponsel Xiaomi bila akan diflash dengan custom ROM.

Untuk multi media, semua bagi saya memuaskan. Kamera, music player, performanya cukup lah untuk penggunaan sehari-hari saya.

Kesimpulan saya setelah menggunakan Xiaomi Redmi 1S selama beberapa saat adalah ponsel ini sangat pantas untuk dimiliki dengan harga hanya satu setengah jutaan. Namun saya sendiri pada akhirnya jarang membawa ponsel ini untuk penggunaan sehari-hari. Ukuran 4.7″ nya masih terlalu besar untuk tangan saya, belum lagi bila harus digunakan di dalam kereta api commuter line jabotabek yang selalu penuh sesak itu.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s