Evercoss A7E


Alasan membeli ponsel ini? Desainnya simpel (walau agak terlalu mirip iPhone 5c), ukuran tak terlalu besar, spek lumayan dibanding harganya.
Spek lumayanlah dengan prosesor quadcore, RAM 512 MB (denger-denger sih dari sononya sudah support swap RAM, tapi saya belum pernah coba), OS yang digunakan sudah android 4.4.2 Kitkat. Bahkan sebulan setelah saya membelinya ada update firmware resmi dari pihak Evercoss yang menambahkan fitur Hotknot (semacam NFC ala pokal) dan Smart access (fitur gesture yang salah satu di antaranya adalah kemampuan membangkitkan nyala layar ponsel dengan dua ketukan seperti yang terdapat pada ponsel-ponsel LG). Fitur double tap to wake-nya bagi saya cukup membantu dan mengirit tombol power.
Tapi yang paling penting bagi saya adalah camera 8 MP autofocus + flash-nya. Hasil jepretan kameranya sangat lumayan untuk sebuah ponsel seharga delapan ratus ribuan.
Dari segi performa dalam pemakaian sehari-hari tak ada masalah fatal. Tak ada gejala kelemotan meski saya termasuk gila-gilaan dalam menginstal aneka aplikasi messaging dan sosial media. Sedang untuk bermain game saya kurang tahu karena saya memang tak begitu suka main game.
Kamera memuaskan. Musik dan multimedia lain memuaskan. Bongkar pasang aplikasi tak ada masalah.
Rooting cukup mudah. Bahan-bahan untuk oprek tersedia cukup banyak di grup facebook a7e.
Penggunaan dengan satu tangan pun nyaman karena ukuran layar hanya 4″, bentuknya cukup pas di tangan.
Untuk menyempurnakan tampilan agar makin mirip iPhone luar dalam tinggal menutup body dengan garskin berlogo apel kroak dan untuk daleman alias software-nya agar mirip iPhone tinggal menginstal iLauncher, iControl dan iNoty. Simple🙂
Lalu apakah tak ada kelemahan pada ponsel ini? Banyak!
Di grup facebook a7e banyak yang mengeluhkan baterai a7e mereka ‘hamil’ atau ‘membengkak’ setelah pemakaian dalam waktu relatif singkat atau sekitar sebulanan saja. Lalu ada pula beberapa orang mengeluhkan lensa kamera mendadak ‘gopel’ atau ‘tercuil’ tanpa sebab jelas.
Saya sendiri setelah pemakaian sebulan belum ada gejala ‘penggembungan’ baterai. Namun yang jelas saya rasakan adalah kapasitas baterai yang menyedihkan untuk memenuhi kebutuhan daya ponsel. Memang dengan kapasitas sekedar 1650 mAh sepertinya kurang untuk sebuah ponsel berotak quad core. Dalam sehari saya minimal 2 kali mengisi ulang daya listrik a7e saya.

8 thoughts on “Evercoss A7E

    • Plastik cover kamera nya yg pecah sedikit/cuwil. Hasil kamera relatif imbang dg redmi 1s. Bahkan untuk mencari fokus obyek makro relatif lbh perkasa a7e

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s