motorola w170


Beberapa lama bertahan untuk tidak menggunakan ponsel cdma. Toh saya tergoda juga dan memilih motorola w170.
Bentuknya mungil dan cukup tipis. Layarnya masih monokrom dengan backlight biru yang berkesan agak gelap. Tombol keypadnya keras dan sulit ditekan. Ber sms dengannya membuat jari-jari capek.
Ringtonenya sudah polifonik tapi suaranya terdengar agak aneh,entah karena pilihan file midi yang dibenamkan ke dalamnya atau karena support channel polifoniknya yang rendah.
Tak ada yang menarik di dalamnya. Paling-paling keberadaan radio fm yang baru muncul di menu saat headset dicolokkan ke port audionya.
Ada satu fitur yang sampai sekarang masih membuat saya penasaran yaitu BREW. Tapi karena operator cdma di indonesia sepertinya belum ada yang mendukung fitur tersebut jadi sia-sialah keberadaannya.
Ponsel ini cukup lama bertahan dalam kepemilikan saya(hahaha),lebih dari 6 bulan, sebelum akhirnya saya jual kepada teman kantor teman saya.

One thought on “motorola w170

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s