nokia e50


Membaca-baca artikel di sebuah situs tentang ponsel yang membahas tentang platform smartphone nokia yaitu symbian 3rd edition, saya jadi tertarik untuk mencoba platform baru tersebut yang salah satu aplikasinya dipuji-puji kinerjanya dalam menampilkan file-file office. Aplikasi yang berbasis symbian 3rd edition ini bahkan disebut-sebut dalam beberapa aspek dapat menampilkan file office dengan lebih baik dibanding aplikasi yang terdapat pada OS windows mobile 5.0. Saya langsung membuka-buka halaman web, mencari kandidat ponsel baru yang bersymbian 3rd edition dan sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan saya(antara lain terjangkau kantong. hahaha). Rata-rata ponsel dengan OS ini masih berharga mahal. Bahkan nokia yang masih ber OS symbian versi sebelumnya macam n70 pun ketika itu masih cukup mahal. Akhirnya saya menemukan e50. Satu-satunya ponsel nokia ber symbian 3rd edition yang berharga sekitar 2 jutaan ketika itu. Meski tanpa 3G(yang toh nyaris tidak pernah saya gunakan), namun fitur-fitur lainnya cukup lumayan. Layarnya sudah ber resolusi 240x320pixels, sama seperti n73, meski secara fisik sedikit lebih kecil, namun justru karena lebih kecil ukuran fisik layar nya justru membuat tampilannya terkesan lebih padat.OS nya jelas telah ber symbian 3rd edition,walau karena barunya justru agak lebih sulit menemukan aplikasi-aplikasi untuknya dibanding symbian versi sebelumnya. Namun saya segera menemukan yahoogroup khusus pengguna nokia e50 yang banyak memberikan tips & trick dan tak lupa berbagai gratisan untuk di download dan di install di nokia e50 saya yang baru. Pergerakan dalam menunya cukup cepat, jarang mengalami kelambatan seperti yang pernah saya alami ketika mencoba menggunakan nokia 6600.
Tampilan menunya juga cukup menarik,apalagi setelah saya install berbagai themes baru yang aneh-aneh. Hehehe. Dari segi kamera biasa saja, kameranya sekedar 1,3mp dengan kemampuan standar saja. Segi audio juga standar. Keluaran suara ringtone lumayan menurut standar nokia(hehehe,nokia-nokia sebelumnya yang aku pernah denger rata-rata cempreng abis). Namun semua kemampuannya yg rata-rata itu tertutupi dengan kehadiran OS symbian 3rd edition didalamnya. Beragam aplikasi bisa diinstal. Ada aplikasi untuk mengedit-edit foto. Berbagai player musik dan video dengan tampilan yang atraktif. Salah satunya ada yang lengkap dengan tampilan album art, lirik, visualisasi dan banyak lagi. Lalu ada player video dari divx yang membuat e50 saya bisa memainkan file avi yang kualitasnya jauh lebih bagus dari sekedar 3gp atau mp4.
Itu baru dari segi hiburan. dari sisi kantoran seperti sudah disebutkan, e50 saya bisa membuka berbagai file office dan mengeditnya. Lalu ada juga adobe pdf viewer. Flash player. Membuat theme langsung di ponsel pun bisa dilakukan.
Banyaknya aplikasi yang bermunculan tiap kali membuat tidak ada bosannya bagi saya untuk mengeksplorasi e50 saya tanpa perlu susah-susah ‘mengoprek’ dengan cara-cara ‘diluar standar’.
Namun ‘kebahagiaan’ yang saya peroleh dalam menggunakan e50 ini ternyata semu. Kurang lebih 2 bulanan setelah dibeli, e50 saya mendadak mengalami gangguan pada speaker ringtonenya. Sebenarnya bukan ‘gangguan’ lagi, tepatnya mati total(speakernya).

berikut kronologis keluhan saya berkenaan kerusakan pada nokia e50 seperti yang saya tulis waktu itu dengan maksud akan saya kirimkan ke media massa melalui surat pembaca(namun akhirnya tidak jadi karena keburu ditelpon oleh nokia):

Tanggal 12 Mei 2007, saya datang ke nokia customer care center di mampang(atau warung buncit??), setelah mengantri cukup lama, kira2 2 jam lebih, saya baru bisa berbicara dengan customer service officer, memberitahukan keluhan saya ttg speaker ringtone nokia e50 saya yg tidak bersuara dan tentang seringnya hang, setelah menunggu sementara handset saya dicek kondisinya. setelah dicek didapati bahwa speaker ringtone nokia e50 saya memang rusak. dengan ringannya si officer berkata,’speakernya memang sudah jelek, pak’
dalam hati saya berpikir,’ wah, setahu saya, saya beli hape ini baru sekitar 2 bulan dipakai dan bergaransi resmi kok, terbukti waktu si officer itu tadi mengecek imei handset saya ada di database nokia indonesia dan memang masih garansi. apa itu berarti memang nokia menjual barang jelek dan gampang rusak?’. ya sudah, lalu si officer berkata bahwa speakerna harus diganti. tapi, sayang sekali saat itu sedang tidak ada stock speaker untuk handset saya(yah, mungkin memang karena handset saya tipe yang nggak begitu laku ya jadi spareparts nya nggak ada stock), dan saya harus menunggu 2 minggu lagi sampai ada stock!!!tapi tetap saja saya agak tidak bisa mengerti kenapa vendor sebesar nokia sampai kehabisan stock dan harus menunggu selama itu. akhirnya hari itu handset saya hanya di upgrade firmware supaya lebih stabil(katanya).
tanggal 26 mei 2007 saya kembali datang ke nokia mampang untuk mengganti speaker ringtone saya yang tidak berfungsi. seperti biasa menunggu dulu sekitar 2 jam-an sampai bisa ‘menghadap’, lalu menunggu lagi 1 jam-an menunggu perbaikan. setelah perbaikan speaker ringtone hape saya sudah berbunyi lagi, walau rasa2nya tidak sebagus sebelum rusak dan diganti.
kira2 2 minggu kemudian handset saya mulai menunjukkan gejala2 aneh lagi pada speakernya. gejala2nya sama seperti saat mau rusak yg sebelum diganti speaker, yaitu sering mendadak mati, terutama bila membunyikan ringtone agak lama(bukan bunyi ringtone pendek seperti penanda sms). puncaknya, tanggal 8 mei 2007, speaker hape saya mati hampir seharian.
tanggal 9 mei 2007, saya kembali membawa handset saya ke nokia mampang, untuk mengadukan keluhan seperti tersebut di atas. kata officer nya, handset saya harus ditinggal selama seminggu untuk didiagnosis karena gejalanya intermitent atau munculnya sekali2.
tanggal 16 mei 2007, saya(lagi2) ke nokia mampang untuk mengambil handset saya. ternyata sang officer berkata bahwa ada komponen lain yg rusak, yaitu antena speaker(apapun bendanya itu), dan LAGI2 harus menunggu pengadaan spare part selama 2 minggu!!!!
terus terang saya agak bingung harus kecewa pada nokia sebagai produknya atau kepada pelayanan after sales nya. saya rasa kedua2nya. saya membeli produk nokia karena percaya sebagai vendor besar pasti berusaha menjaga nama baiknya dan selalu terdepan dalam teknologi maupun pelayanan. kenyataannya, saya hanya mendapat barang jelek yg gampang rusak(mengingat baru saya pakai selama kurang lebih 2 bulan, dari waktu saya membeli sekitar akhir maret 2007) dan pelayanan yang lama, tidak efisien dan bertele2. saya jadi dirugikan baik dalam hal waktu, materi, tenaga, dan banyak lagi. kalau memang seri handset yg saya beli itu seri yg gagal dipasaran lalu kenapa tetap dirilis oleh pihak nokia? atau memang saya yg tidak beruntung mendapat produk yg cacat? tapi berarti quality control nokia lemah sekali hingga barang seperti itu bisa lolos ke pasaran. apapun alasannya, yang jelas menurut saya nokia benar2 mengecewakan dalam hal produk dan pelayanan. apakah ini yang dimaksud teknologi yang mengerti anda?

11 thoughts on “nokia e50

  1. divx player bwt maenin file avi ya? Gw jg sempat pake. Malah skrg gw instalin jg di 6120c gw. Tp bbrp waktu lalu program itu expired. Jd gw skrg pke smartmovie aja. Hampir sama si kayana.

  2. waduh, saya barusan beli yang seken tuh, gambar di keypadnya udah pada hilang. Kesan pertama sih agak capek pas make joystick lama-lama, mungkin saya emang nggak cocok kali ya sama hp berjoystick, tapi pilihan tetep jatuh pada hp ini dilihat dari spec dan harga.

    • woh, ternyata begitu yah? sayang sekali ya vendor sebesar nokia kok terkesan belum mampu menjaga quality control akan produk2nya..padahal saya waktu itu sudah bela2in beli di dealer resmi yg harganya lebih mahal daripada di toko2 biasa dengan harapan akan mendapat jaminan kualitas produk…nyatanya? NOL BESAR…sebagai catatan nokia 6120classic saya juga akhirnya terdapat pada cacat pada lcdnya..ada semacam bercak yg sepertinya si dead pixels…menyedihkan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s