siemens cx75


Dari motorola kembali ke siemens. Kali ini siemens cx75. Bentuknya aneh dengan puncak(kepala) yang ‘peyang’ sebenarnya sempat membuatku ragu untuk membelinya. Apalagi waktu itu harganya masi agak mahal. Namun fitur-fiturnya cukup lengkap akhirnya membuatku menyerah dan membelinya.
Bentuknya agak gendut dan aneh, terutama kepalanya yang ‘peyang’. Keypadnya cukup enak tapi joysticknya yang berujung bulatan silikon berulang kali bermasalah. Ujung silikonnya rupanya hanya dilem dengan tidak begitu kuat dan mudah sekali lepas. Berkali-kali lapisan silikon itu lepas hingga akhirnya hilang karena kecilnya dan transparannya. Aku sempat berusaha cuek dengan ketiadaan lapisan silikon. Namun rasa sakit pada jempolku memaksaku untuk membawanya ke customer service siemens di SCBD.
Layar CX75 berkedalaman 262k warna dengan resolusi 132x176pixels. Resolusi yang aneh. Hanya handset-handset siemens yang menggunakan resolusi ini setahu saya. Imbas dari resolusi layar yang tidak biasa ini terutama terasa saat mencari2 games yang sesuai untuk handset ini.Sebetulnya layarnya tampak cukup bagus dan cerah. Namun mungkin karena resolusi yang tidak terlalu besar membuatnya tampak tidak begitu padat dan agak kasar.
Suara speaker saat membunyikan ringtone agak kasar dan pecah. Banyak file midi yang bagus saat diputar di handset lain merk terdengar sember dan tak keruan saat diputar di cx75 ini(hal ini akhirnya saya temukan dialami juga oleh siemens c75, dan mungkin juga siemens-siemens lain). Untungnya cx75 sudah mengenali file mp3 dan aac, dan bisa menggunakannya sebagai ringtone. Namun tetap saja terdengar seperti kebanyakn treble dan berisik. Sudah ada music player pada siemens ini meski masih primitif. Fiturnya pemutar musiknya masih seadanya dan bahkan tidak bisa berjalan di background(multi tasking). Cukup mengganggu bagi saya karena dengan e398 saya terbiasa mendengarkan musik sambil membaca file-file txt. Namun di sisi lain dalam hal aplikasi java, handset siemens unggul, terutama dalam hal access file system. Pada handset-handset siemens baru(dalam hal ini yang saya tahu pasti seri 75), memberi ijin aplikasi untuk mengakses atau membuka file dari dalam memori hape atau dari memory card sangat mudah untuk dilakukan. Jadi pada awal penggunaan aplikasi biasanya akan ada pertanyaan apakah akan memberi ijin aplikasi untuk mengakses file internal atau tidak. Sekali diberi ijin biasanya tidak akan muncul lagi prompt-prompt security yg menyebalkan.(satu hal yang tidak didapati pada handset-handset sony ericsson,nokia-nokia s40, sedangkan pada handset motorola pemberian ijin aplikasi untuk mengakses file harus dilakukan pada saat instalasi yang bisa dilakukan dengan motomidman). Ini sangat memudahkan instalasi dan penggunaan aplikasi2 yang butuh akses ke file internal macam photoeditor,txt editor dan music player bikinan pihak ketiga. Ini membuat siemens cx75 saya lebih ‘berdaya’ dan sedikit banyak mendekati kemampuan ponsel smartphone. Apalagi banyak aplikasi kantoran macam office dan pdf viewer,zip manager yang bisa dibenamkan kedalamnya. Ditambah lagi kemampuannya untuk mengkopi aplikasi java, bahkan yang sudah terinstal ke handset lain melalui infra red ataupun blue tooth. Satu hal yang jarang pada ponsel non smartphone yang sekedar mengandalkan aplikasi java. Dalam hal java ini saya sungguh salut pada siemens, terutama seri 75, yang kemampuannya luar biasa,fleksibilitasnya, dan sangat mudah digunakan.
Di sektor kamera cx75 dilengkapi dengan kamera beresolusi maksimal 1,3megapixel. Hasil fotonya cukup detil dan penangkapannya relatif cepat. Namun sayang warnanya jadi agak cenderung pucat dan tidak menarik.
Di kondisi agak gelap hasil foto turun drastis menjadi penuh noise aneh. Hasil rekaman video nya juga biasa saja. Walau sepertinya diposisikan sebagai ponsel multi media namun sepertinya siemens masih setngah-setengah dalam memberikan fiturnya. Hal ini terlihat pada music player yang primitif dan kamera yang sangat biasa saja.

2 thoughts on “siemens cx75

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s